Kebersamaan Yang Indah by Out Bound

Selasa, 13 September 2011


Ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuh-kembangkan kebersamaan. Salah satu bentuk kegiatan yang baru-baru ini diadakan adalah temu kangen para Suster Ursulin. Meskipun begitu banyak kendala yang harus dihadapi selama persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut, namun puji Tuhan pada akhirnya apa yang telah direncanakan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. 
Menjadi nilai plus dari kegiatan tersebut adalah bahwa kegiatan ini diikuti oleh berbagai jenjang masa hidup membiara, mulai dari suster yunior tahun I sampai pada angkatan suster yang akan mengikuti probasi tahun ini. Bagaimana kisah berlangsungnya kegiatan tersebut...yuk kita simak bersama penggalan kisah yang akan disampaikan :
    Alkisah, pada 18-21 Agustus 2011, Tim Komisi Panggilan Ursulin bekerja sama dengan KPSU bermaksud membuat kegiatan untuk para suster muda. Kegiatan yang awalnya diperuntukkan bagi para suster yang sudah berkaul kekal. Namun akhirnya dibuka untuk semua suster, tanpa batasan masa. Kegiatan berlangsung di Wisma Salam, Magelang, tepat di tepi Sungai Krasak.   
    Kombinasi kegiatan yang variatif -- out door maupun in door -- menciptakan kebersamaan yang kental. Berbagai batasan tak menjadi penghalang. Peserta yang berjumlah 22 suster, terdiri dari 11 suster berkaul kekal dan 11 suster yunior. Kemudian.dibagi menjadi 3 kelompok kecil, dengan nama : CAYO, RAJAWALI dan TOUGH.
Cayo! Cayo! Cayo!

RAJAWALI: ...........Terbang!!!!!


Always TOUGH! dalam kebersamaan

  
Kegiatan dimulai sore hari. Para peserta didampingi oleh tim dari Rm. Hendra, Pr (pengelola Wisma Salam), menerima penjelasan tentang berbagai hal dan kegiatan yang akan dilakukan dalam out bound. 
Sebagai sesi perkenalan, peserta diajarkan 10 ragam tepuk. Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan bentuk yel-yel yang menjadi kekhasan dari tiap kelompok.
Aduh Emaaaakkk!!! Help! Help!
    Para suster pun mendapat kejutan karena kegiatan out bound dilakukan pada malam itu juga. Kejutan dimulai dengan berjalan  tanpa alas kaki, mata ditutup ditambah menginjak pecahan beling lagi! Selanjutnya para suster dibagi menjadi tiga kelompok untuk sharing. Setiap kali selesai sharing, suster itu akan keluar ruangan untuk memulai tantangan malam itu.
    Tantangan pertama adalah menyusuri tali rafia dengan mata tertutup...pengalaman ini menjadikan diri sungguh terbangun untuk berani mempercayakan diri sepenuhnya pada penyelenggaraan Tuhan. Tidak hanya itu, dalam kegelapan malam, tepat pada tengah malam, para suster beraksi menyusuri tali tambang yang tergantung pada ketinggian sekitar 6 meter dari tanah. Selesai meniti, para suster meluncur di udara bersama alat flying fox. Serunya, di bawah luncuran itu terbentang kolam ikan. Jadi, salah sedikit maka kita tercemplung! Jerit antara takut dan lepas bebas, menyemarakkan pos ini. Akhir dari kegiatan malam itu adalah, refleksi pribadi akan segala kegiatan yang telah dilakukan. Dengan diterangi oleh sebuah lilin yang menyala, tiap suster menuliskan permenungannya.
 
grand sielence



    Untuk kegiatan di hari kedua, para suster diajak melakukan kegiatan out bound yang lebih menantang untuk membangun karakter kelompok. Kerja sama team sebagai simbolisasi kerja sama komunitas sungguh tampak dalam berbagai kegiatan out bound ini. Kegiatan dimulai dengan menelusuri arena yang membentang dengan tali temali rafia sebagai rintangan. Berbagai usaha dilakukan oleh para suster, dari merayap sampai melompat. Kata- kata Bunda Angela"...Bertekun sampai akhir", terlihat sungguh dipraktekkan oleh para suster.

Patung TOTEM ala Ursulin
Kegiatan berlanjut di pos kebersamaan. Tiap kelompok disuruh melakukan formasi terpanjang dan terpendek. Yang sangat mengelikan dan mengharukan adalah saat penyusunan formasi terpendek. Masing - masing kelompok dengan segala usahanya, menyusun badan menjadi formasi terpendek. Adanya semangat pemberian diri untuk mau diinjak, mau dijadikan tumpuan sesama menjadi pancaran dari sikap kerendahan hati.

Kebersamaan dalam kerja sama yang ditekankan tidak hanya pada penyatuan ide, tetapi juga kesediaan untuk bersedia dipimpin/memimpin, mendengarkan/didengarkan, dan sebagainya. Mulai dari membangun istana dari balok, meluncur dari tebing dan juga melewati rintangan dengan menutup mata...semuanya itu berupa permainan, tetapi membawa pada pemaknaan yang mendalam dari sikap - sikap yang dibutuhkan dalam terbangunnya kebersamaan suatu komunitas.

    Mengakhiri kegiatan out bound ini, dalam kebersamaan kelompok besar, masing - masing suster mencari benda yang dijadikan sebagai simbol mutiara berharga yang diberikan pada tiap teman kelompok kecil, untuk menjadi mutiara yang harus dipelihara dari tiap - tiap pribadi.
"Nih, buat kakak suster" ..... "apaan tu dek?"

    Pada hari ketiga, kegiatan sudah berlangsung dalam ruangan. Bagai pita yang saling berkesinambungan, kegiatan selanjutnya pun berkaitan dengan kegiatan sebelumnya. Dalam hal ini, Sr.Jeannett, OSU menjelaskan tentang Spiritualitas Santa Angela dan Penghayatan Ketiga Kaul. Penjelasan ini membuat para suster kembali diajak untuk menelusuri perjalanan panggilan yang telah ditempuh. Nasihat Kelima Santa Angela"...sekarang saya lebih hidup daripada waktu mereka melihat saya...", menjadikan para suster bersemangat untuk semakin menghidupi nilai-nilai yang telah tertanam dalam diri sebagai pengikut Santa Angela.
"Ayo kita hadirkan Bunda Angela"


    Sore hari, hadirlah nara sumber lain. Rm.Gandhi, SJ, Promotor Komisi Panggilan Serikat Jesus membekali para suster dengan segala sharing beliau dalam usaha menyajikan berbagai bentuk promosi panggilan untuk hidup membiara.



   Malam terakhir, acara puncak kebersamaan dimeriahkan dengan tampilan ekspresi tiap kelompok. Ada yang drama, gerak dan lagu, sampai akhirnya saling "ngerjain teman". Untuk kegiatan hari ketiga, ditutup dengan permenungan malam.

Pada hari terakhir (keempat), saat mengikuti misa Mingguan di Paroki Salam, para suster mempersembahkan sebuah lagu "PERSEMBAHAN HIDUP", pada saat komuni. Seusai menyanyi, umat mengapresiasi dengan tepukan tangan. Ah, senangnya. Senyum gembira pun merekah.

    Mengakhiri kegiatan kebersamaan, para suster berziarah ke Gua Maria Ganjuran dan berekreasi ke Pantai Depok, yang berada di jalur Pantai Parang Tritis. Acara kebersamaan dimeriahkan dengan kegiatan makan ikan di warung Ungu-Depok...    Demikianlah penggalan kisah kegiatan kebersamaan para suster muda Ursulin.
masa kecil kurang bahagia, udah tua masih main layangan...


    Terima kasih kami ucapkan kepada pihak penyelenggara. Terutama untuk Sr.Igantine,OSU yang setia mendampingi dalam seluruh proses.
tetap SEMANGAT!!!!

Semoga akan diadakan lagi kegiatan kebersamaan sejenis...Nasehat Bunda Angela "HIDUPLAH DALAM KESERASIAN SEHATI SEKEHENDAK, DAN TERIKAT SATU SAMA LAIN DENGAN CINTA KASIH...", semoga pengalaman kegiatan kebersamaan ini pun, dapat diwujudnyatakan di komunitas masing - masing...CAYO...RAJAWALI...TOUGH...siap...bergerak...garami komunitas...pssstttt tapi jangan asin-asin ya!

terima kasih untuk kebersamaannya









 (Sharing kisah: Sr.Yuli, komunitas Jl.Pos)

0 komentar:

Posting Komentar