Tetap SEMANGAT!

Minggu, 11 Desember 2011

Kebersamaan di jaman sekarang terasa susah karena makin penting dan dibutuhkan.
Tanpa kebersamaan, saling sapa, saling kenal, tak jarang membuat kita merasa sepi, sendiri dan tak berarti.
Lalu sibuk mencari pemenuhan di tempat-tempat lain yang tidak mendukung kualitas diri sebagai seorang relijius.
Menyadari kenyataan itu, atas dukungan para suster Pemimpin Komunitas dan Pembimbing Junior,
akhirnya para suster muda Ursulin di Jakarta berkesempatan untuk kumpul-kumpul.
Acara ini dibuat sederhana, santai namun tetap berbobot.
Dimulai dengan acara kebersamaan yang santai. Sr.Rina dan Sr. Elly sebagai noynya rumah di komunitas S.Theresia, Menteng langsung menyambut dengan senyum hangat lengkap dengan penganan ringan. Ada rujak yang segar, lemper yang mengeyangkan sampai ongol-ongol kecoklatan yang ber-goyang-dangdut kala disentuh. Menjelang pk.10.00, Sr.Ferdinanda datang dengan senyum lebar.
Doa pembuka dibawakan oleh Sr.Elly dengan lagu. Setelah itu, Sr,Ferdinanda mengundang para suster muda untuk berbagi kisah dan pengalaman hidup berkenaan dengan pertanyaan refleksi yang telah diberikan.
Sharing berjalan dengan menari. apalagi yang dibicarakan adalah menjadi mistikus di dunia seperti Santa Angela.
Setelah itu Sr.Ferdinanda menggaris-bawahi beberapa hal. Misalnya tentang pengalaman doa. Dimana sikap menerima dan percaya serta berpasrah dalam tekun merupakan hal yang penting. Beliau juga menegaskan bahwa kita perlu mengelola tiga hal: tubuh, jiwa dan roh. Mengelola tubuh sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas kesehatan yang dianugerahkan. "Kita perlu menjaga kesehatan agar dapat melayani" katanya. Lalu beliau menegaskan pentingnya mengelola jiwa atau kesehatan psikologis. "Bukannya kita tidak berdoa, tetapi memang ada halangan dalam kejiwaan, rasa marah, kecewa, sakit hati, dan sebagainya yang perlu diolah," jelasnya. Jadi, jangan heran kalau ada suster yang berdoanya khusuk tapi di komunitas karya tetap menjadi peribadi yang garang. "Nah, itu, karena kurang mengolah jiwa,"
Beliau juga memberi nasehat seputar menjaga relasi, seni melayani umat dalam semangat Spiritualitas Gembala. Menurut Sr. Ferdinanda hidup kerasulan adalah menjadi saksi dan menjadi gembala. "kita perlu menjaga pribadi yang dipercayakan kepada kita," jelasnya.
Waktu bergulir begitu cepat hingga waktu makan siang tiba. Akhirnya pertemuan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Sr.Melly pada Sr.Ferdinanda.
Selanjutnya semua suster makan siang bersama. Menu soto lengkap dengan ayam dan perkedel kentang yang lezat, ditutup dengan buah serta: ice cream cake! WOW...
Rasanya pertemuan ini sungguh membangkitkan semangat. Semua pesan dan nasehat seerta cinta yang diberikan oleh Sr. Ferdinanda, Sr. Helena, Sr.Rina, Sr.Lestari dan para suster yang lain di komunitas, membuat kami kembali mau terbang seperti rajawali!!!

0 komentar:

Posting Komentar