SELAMAT PESTA St. ANGELA MERICI

Jumat, 27 Januari 2012







Bagai awan gelap
yang mengawali hujan,
kematian keluargamu
mengawali kesedihan.
 
Bagai pelangi
yang muncul setelah hujan
dan membawa keindahan,
keberhasilan dan ketegaranmu
membawa kebahagiaan.
 
Bagai bulan yang memberi terang
pada malam yang gelap,
engkau memberi penerangan
pada banyak orang.
Menjadi panutan bagi orang-orang
untuk menemukan Tuhan.
Seperti matahari
yang membuat bintang dan bulan
bisa bersinar.

Seorang yang penyayang
ibarat seorang ibu
bagi kami semua,
engkaulah Santa Angela
yang selalu kami kenang dalam hati
sebagai pelindung kami semua.
(Puisi karya: Stella/Siswi Santa Ursula BSD)
 
Saint Angela. By Barnaba Porro. Province of Italy, Rome  

I shall always be in your midst, helping your prayers.
Last Counsel/20

Mari Menanam Kebaikan

Kamis, 26 Januari 2012


James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book
Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang
menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani
dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan
menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu
bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya
wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung
yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika
tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan
menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung
kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak
dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya
untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak
berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA
DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu
pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain...

Selamat menebarkan kebaikan di manapun anda berada.....



Merry Xmas Desember 2011
Happy New Year 2012
Happy Chinese New Year too.....

salam kasih,
UPost

Kerasulan Doa

Rabu, 21 Desember 2011

Setiap Jumat ke dua dalam bulan, di komunitas Sukabumi ada yang berbeda.
Ada suasana hening, lagu lembut, bacaan Sabda dan kebersamaan yang sederhana, penuh keteduhan.
Perubahan baru yang membawa kesejukan  ini adalah munculnya sebuah kerasulan doa. 
Jenis kerasulan doa  yang dipilih adalah Doa Taize. Diselenggarakan di kapel biara Ursulin pada sore hari (pkl. 17.00 - 18.00 WIB).
Umat yang hadir sangat beragam. mulai dari murid SMP Yuwati Bhakti yang katolik sampai umat Paroki yang mulai diperkenalkan dengan doa ini.
Doa Taize ini di pandu oleh para suster Ursulin, tentunya. Iringan petikan gitar oleh Pak Ram, guru agama SMP Yuwati Bhakti turut menciptakan keindahan suasana doa.
Setelah doa Taize diadakan acara mamiri (makan minum ringan) sambil ngobrol-ngobrol dengan umat yang hadir dalam doa Taize.
Lewat kerasulan doa ini, umat yang hadir, terutama kaum muda terbantu untuk masuk ke dalam keheningan batin. Harapannya adalah agar mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah. Lagu-lagu Taize yang sederhana, mudah dinyanyikan  namun sarat dengan doa kepada Tuhan membantu umat untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Proviciat!!! untuk para Suster Ursulin di Komunitas Sukabumi yang kembali menghidupkan semangat perjumpaan dengan Allah lewat Doa dan keheningan...

That's What Friends are FOR

Persahabatan adalah sebuah kisah yang indah
adalah seorang sahabat yang mengirimkan karyanya
begitu indah dan menyentuh
enjoy.....

Tetap SEMANGAT!

Minggu, 11 Desember 2011

Kebersamaan di jaman sekarang terasa susah karena makin penting dan dibutuhkan.
Tanpa kebersamaan, saling sapa, saling kenal, tak jarang membuat kita merasa sepi, sendiri dan tak berarti.
Lalu sibuk mencari pemenuhan di tempat-tempat lain yang tidak mendukung kualitas diri sebagai seorang relijius.
Menyadari kenyataan itu, atas dukungan para suster Pemimpin Komunitas dan Pembimbing Junior,
akhirnya para suster muda Ursulin di Jakarta berkesempatan untuk kumpul-kumpul.
Acara ini dibuat sederhana, santai namun tetap berbobot.
Dimulai dengan acara kebersamaan yang santai. Sr.Rina dan Sr. Elly sebagai noynya rumah di komunitas S.Theresia, Menteng langsung menyambut dengan senyum hangat lengkap dengan penganan ringan. Ada rujak yang segar, lemper yang mengeyangkan sampai ongol-ongol kecoklatan yang ber-goyang-dangdut kala disentuh. Menjelang pk.10.00, Sr.Ferdinanda datang dengan senyum lebar.
Doa pembuka dibawakan oleh Sr.Elly dengan lagu. Setelah itu, Sr,Ferdinanda mengundang para suster muda untuk berbagi kisah dan pengalaman hidup berkenaan dengan pertanyaan refleksi yang telah diberikan.
Sharing berjalan dengan menari. apalagi yang dibicarakan adalah menjadi mistikus di dunia seperti Santa Angela.
Setelah itu Sr.Ferdinanda menggaris-bawahi beberapa hal. Misalnya tentang pengalaman doa. Dimana sikap menerima dan percaya serta berpasrah dalam tekun merupakan hal yang penting. Beliau juga menegaskan bahwa kita perlu mengelola tiga hal: tubuh, jiwa dan roh. Mengelola tubuh sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas kesehatan yang dianugerahkan. "Kita perlu menjaga kesehatan agar dapat melayani" katanya. Lalu beliau menegaskan pentingnya mengelola jiwa atau kesehatan psikologis. "Bukannya kita tidak berdoa, tetapi memang ada halangan dalam kejiwaan, rasa marah, kecewa, sakit hati, dan sebagainya yang perlu diolah," jelasnya. Jadi, jangan heran kalau ada suster yang berdoanya khusuk tapi di komunitas karya tetap menjadi peribadi yang garang. "Nah, itu, karena kurang mengolah jiwa,"
Beliau juga memberi nasehat seputar menjaga relasi, seni melayani umat dalam semangat Spiritualitas Gembala. Menurut Sr. Ferdinanda hidup kerasulan adalah menjadi saksi dan menjadi gembala. "kita perlu menjaga pribadi yang dipercayakan kepada kita," jelasnya.
Waktu bergulir begitu cepat hingga waktu makan siang tiba. Akhirnya pertemuan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Sr.Melly pada Sr.Ferdinanda.
Selanjutnya semua suster makan siang bersama. Menu soto lengkap dengan ayam dan perkedel kentang yang lezat, ditutup dengan buah serta: ice cream cake! WOW...
Rasanya pertemuan ini sungguh membangkitkan semangat. Semua pesan dan nasehat seerta cinta yang diberikan oleh Sr. Ferdinanda, Sr. Helena, Sr.Rina, Sr.Lestari dan para suster yang lain di komunitas, membuat kami kembali mau terbang seperti rajawali!!!

A mercy prayer by St. Faustina:-

Selasa, 06 Desember 2011

O Lord. I want to be completely transformed into your mercy and to be your living reflection.
May the greatest of all divine attributes, that of your unfathomable mercy, pass through my heart and soul to my neighbour.
Help me, O Lord that my eyes may be merciful, so that I may never suspect or judge from appearances, but look for what is beautiful in my neighbour’s souls and come to their rescue.
Help me, O Lord that my ears may be merciful, so that I may give heed to my neighbour’s needs and not be indifferent to their pains and moaning.
Help me, O Lord that my tongue may be merciful, so that I should never speak negatively of my neighbour, but have a word of comfort and forgiveness for all.
Help me, O Lord, that my hands may be merciful and filled with good deeds, so that I may do only good to my neighbours and take upon myself the more difficult and toilsome tasks.
Help me, O Lord, that my feet may be merciful, so that I may hurry to assist my neighbour, overcoming my own fatigue and weariness.
Help me, O Lord, that my heart may be merciful so that I myself may feel all the sufferings of my neighbour.
May your mercy, O Lord, rest upon me.