Tampilkan postingan dengan label Komunitas Pos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas Pos. Tampilkan semua postingan

Joy of Discovery

Rabu, 20 Maret 2013

Judulnya memang "serem"  karena mengingatkan kita pada program Discovery Channel yang banyak bicara tentang hal-hal ilmiah... tetapi sebetulnya, isi dari program Joy of Discovery itu: fun abis!
Bagaimana tidak fun! Para peserta diundang untuk mendalami dan menghayati Kitab Suci dengan enam langkah praktis. Tidak berhenti sampai dilangkah-melangkah mendalami Kitab Suci saja karena para peserta pun diundang untuk menghayati isi Kitab Suci dengan memerankan perikop Lukas 23:32-49 dalam kegiatan dramatisasi Kitab Suci, Selasa (19/03)

ini bukan di kelurahan ya... ini sedang daur ulang ehhh.. daftar ulang

Adalah Sr.Ayda dan Sr.Grace yang ikutan dengan program ini. Menurut Sr.Madeleine merupakan hal yang baik jika para suster terus mendalami penghayatan Kitab Suci sehingga menjadi seorang katekis-yang-hidup dimana pun ia diutus; maka dari itu Sr.Madeleine mendukung kedua susternya saat mengajukan permohonan untuk mengikuti program ini.

Sejak awal Februari, Sr.Ayda dan Sr.Grace pun pergi ke St.Theresia untuk mengikuti program ini.
Program ini dimulai dengan misa pembuka yang dipimpin oleh Pater Sugiri SJ. Beliau menegaskan pentingnya menghayati Kitab Suci agar dapat menerapkannya dalam hidup sehari-hari; Selain itu beliau menekankan pentingnya kesetiaan dalam mengikuti seluruh proses.

Selanjutnya ada perkenalan dan pembagian kelompok.
Setiap kelompok memiliki seorang Bapak/Ibu RT yang bertugas sebagai koordinator alias yang mengurus para peserta termasuk memberikan info-info.

Setelah itu setiap kali pertemuan, akan dibahas enam langkah yang digunakan oleh JOD lengkap dengan berbagai metode untuk pembatinan perikop yang tengah dipelajari.

Metode yang digunakan cukup beragam; mulai dari kerja individu, kerja kelompok sampai kerja lintas kelompok. Tugas yang dikerjakan secara berkelompok pun dipresentasikan. Hal ini membuat kegiatan yang berlangsung dua jam non-stop selalu terasa kurang! Belom selesai terpesona akan kegembiraan mengenal Kitab Suci... ehhh sudah harus pulang!
Suasana kerja kelompok

Selasa (19/3) menjadi semakin meriah karena ada dramatisasi Kitab Suci. Para peserta yang telah terbagi menjadi sembilan (9) kelompok, diperas lagi menjadi tiga (3) kelompok besar. Kemudian mendapat tugas untuk mendramatisasi Kisah Penyaliban Yesus yang diambil dari Lukas 23:32-49.

Dengan segala daya dan upaya, peserta mencoba menghayati perikop tesebut dan mendramatisasikannya. Alhasil... semua puas dan gembira. FUN!

Simon dari Kirene membantu Yesus: Kelompok A
  Program ini melandaskan seluruh pengajarannya dari buku Joy of Discovery karya Oletta Wald. Ia sudah menulis banyak buku dengan judul besar Joy of Discovery namun dengan peruntukan yang berbeda; misalnya buku JOD untuk belajar Kitab Suci, lalu JOD untuk para pengajar Kitab Suci dan sebagainya.

Semoga dengan mengikuti program ini, Sr.Ayda dan Sr.Grace bisa menjadi katekis yang lebih baik lagi! dan seorang Ursulin yang setia, tentunya...
Penyaliban Yesus: Kelompok B
Bunda Maria (psss... itu Sr,Ayda loh!) sedang menangis di kaki Yesus







Gagah berani menghadapi hidup dengan SALIB KRISTUS....
Cakep ora Cakep yang penting Mejeng!!!! ALL FOR JESUS!

Happy Birthday: PSA!!

Rabu, 06 Maret 2013


Usia 20 tahun merupakan usia segar penuh hidup dan dinamika bagi setiap orang. Bukan berarti tidak ada persoalan, hanya segalanya dipandang dari sudut: harapan, keyakinan dan cinta. 

Itulah yang muncul saat komunitas Putri Santa Angela (PSA) merayakan ulang tahun ke 20 di Biara Santa Ursula, Jakarta. Perayaan sederhana penuh tawa dan canda yang diawali dengan rekoleksi bersama itu, berjalan lancar. Perayaan ditutup dengan makan bersama para suster Ursulin di Jl.Pos. Itulah sekelumit Putri Santa Angela hadir dan berbagi kegembiraan di hari ulang tahun mereka, beberapa waktu yang lalu.


Kehadiran PSA sendiri  diawali dengan semangat persahabatan antara 5 puteri yang secara kebetulan berbincang-bincang dan sharing tentang pengalaman hidup. Tahun 1992 mereka memutuskan untuk membuat sebuah kelompok.

Selanjutnya dengan hembusan Roh Kudus, mereka ingin mencari kepenuhan arti hidup yang lebih bermakna. Hal ini diwujudkan dengan berbagai kegiatan pelayanan sesama untuk berbagi dan berbela rasa seperti: pasar murah, membagikan nasi bungkus kepada anak asongan, pengobatan gratis, rekreasi bersama anak-anak panti dan kunjungan ke panti asuhan atau rumah jompo. Kehadiran mereka seperti orang samaria yang baik hati. Membantu dan menghilang. Mereka cenderung bergerak dinamis, sesuai dengan tuntutan yang muncul di sekitar mereka.




Kegiatan berbagi kasih dan kegembiraan itu masih dilaksanakan secara silih berganti. Perhatian utama diberikan pada pembinaan rohani secara pribadi maupun kelompok yang diwujudkan dalam doa pribadi dan ibadat bersama sekali sebulan, perayaan Ekaristi atau retret tahunan.

Sampai saat ini anggota PSA sudah ada di Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Agats dengan jumlah kurang lebih 40 orang. Kelompok ini akan terus berkembang sesuai harapan Bunda Angela bila satu sama lain melaksanakan apa yang dinasehatkan Bunda Angela:

Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati, sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus, sehingga kita semua tak ragu lagi: Allah tinggal di tengah-tengah anda. (nasehat terakhir)


sambil bunyikan lonceng makan siang, foto dulu.....

Fotografer PSA yang mengabadikan momen ini


















































































































Foto bersama usai makan bersama: INSIEME


















Lulus VS Lolos

Selasa, 20 Maret 2012

"Wah, saya tak bisa lebih lama lagi, saya harus pulang ke komunitas," kata seorang suster.
"Mengapa? kita masih perlu membahas beberapa hal," jawab yang lain.
"Ah, anak-anak mau ujian, saya perlu hadir di sekolah," jelasnya
Semua pun terdiam.
Begitulah salah satu dinamika yang dialami oleh para suster yang berkarya di pendidikan. Saat para siswa-siswi ujian, perasaan tegang pun ikut menjalar di hati mereka. Lulus atau tidak ya?...

Pasalnya, ada harapan agar semua lulus dengan nilai terbaik dari diri mereka. "Jadi, kalian diharapkan lulus bukannya lolos," ujar Romo Tomas Ulun, Pr dalam misa menjelang ujian yang diselenggarakan untuk siswi kelas IX SMP St.Ursula Jakarta. "Tahu bedanya lulus dan lolos?" tanya Romo Tomas Ulun lagi.
Anak-anak menggelengkan kepalanya.
Romo Tomas Ulun Pr

Romo Tomas Ulun pun menjelaskan bahwa di dunia pendidikan ada jenjang kelulusan. Jenjang pertama adalah cum laude yaitu lulus dengan predikat mendapat penghargaan. "Berikutnya adalah magna cum laude," Kata Romo Tomas Ulun "yaitu lulus dengan penghargaan tinggi", sambungnya. Jenjang ketiga adalah kelulusan dengan predikat maxima cum laude atau lulus dengan penghargaan lebih tinggi. "Nah, kelulusan paling tinggi adalah summa cum laude atau lulus dengan penghargaan setinggi-tingginya," jelasnya.
anak-anak mendengar dengan mata tak berkedip menatap Romo Tomas Ulun. "Tapi ada yang lulus dengan cara lain," ujarnya. "Mau tahu?" tanyanya. anak-anak mengangguk antusias.
"Nah, ini yang disebut predikat cum pietate alias LULUS dengan BELASKASIHAN!"
Geeeerrrr.... anak-anak tertawa.
 "Cum yang terakhir ini adalah lolos bukannya lulus!" jelas Romo Tomas Ulun. "Jadi, berusahalah dengan sebaik-baiknya agar kita semua bisa lulus dan bukan hanya lolos. AMIN?!!" tantangnya.
"AMIN!!!!!" jawab anak-anak semangat menerima tantangan tersebut.

Mendengar suara semangat dari mulut anak-anak membuat saya terharu. Ya, dalam hidup di dunia -- terutama di dunia akademik, kita selalu ada dalam sebuah posisi standarisasi tertentu. Untungnya dalam hidup rohani yang ada adalah standart belas-kasih. Cum pietate dari Allah yang disambut dengan semangat cum-cum yang lain dari hati saya.


Terima kasih Bapa Yang Baik, terima kasih Romo... terima kasih anak-anak... untuk kesempatan memenangkan hadiah dalam pertandingan iman ini.

True Love Cel;ebration: Let's Share!!!

Kamis, 03 November 2011

 

True Love Celebration Conference 2011: Mari Berbagi adalah sebuah konferensi untuk merangkul dan memberdayakan orang muda agar semakin menampakkan wajah Kristus yang menawarkan cinta, kegembiraan, dan pengharapan sejati. Konferensi ini adalah salah satu kegiatan Komisi Kategorial KAJ yang digerakkan oleh Komunitas Domus Cordis (DC) serta banyak komunitas kategorial orang muda lainnya di Jakarta.
Allah menawarkan hidup yang penuh kasih dan kelimpahan, namun kenyataan hidup ini sering jauh dari yang kita harapkan. Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa pada bulan Maret 2011 ada 30,02 juta penduduk miskin di Indonesia. Angka ini sebetulnya belum menampakkan gambar keseluruhan. Beata Teresa mengatakan bahwa kemiskinan juga mencakup hati yang kesepian serta bentuk-bentuk kekurangan kasih Allah lainnya, yang terungkap lewat berbagai adiksi serta perilaku sosial yang merusak hidup. Menurut survey Komnas Anak (2008), 93.7% remaja pernah melakukan petting dan seks oral, 62.7% pelajar SMP tidak perawan, dan 21.2% remaja SMU pernah melakukan aborsi. Hari ini, angka yang masih terus meningkat ini ditambah lagi dengan kenyataan maraknya orang muda Katolik yang meninggalkan Gereja karena merasa kurang disapa.
Hadiri True Love Celebration Conference 2011: Mari Berbagi, tanggal 5 November 2011, di Mega Glodok Kemayoran – Jakarta.
Isi survey penting orang muda di http://truelovecelebration.org/survey/
Registrasi kehadiran kamu secara online di http://truelovecelebration.org/register/
atau silahkan donlot registration form-nya di http://truelovecelebration.org/tlc_docs/TLC_Conference_Reg_Form.pdf
Walaupun demikian, Beato Yohanes Paulus II menyerukan kepercayaannya yang besar akan orang muda sebagai masa depan Gereja. DC terpanggil untuk menanggapi seruan ini dengan merangkul dan memberdayakan orang muda sebanyak-banyaknya bagi Gereja di Indonesia. Salah satu upaya untuk mewujudkan kerinduan itu adalah dengan mengadakan kegiatan TLC Conference, sebuah kegiatan konferensi orang muda untuk mendukung gerakan “Mari Berbagi” di KAJ. Dengan menggunakan gaya dan bahasa orang muda, konferensi ini bertujuan untuk merayakan iman, merangkul sebanyak-banyaknya orang muda Katolik, dan membangun sinergi antar komunitas kategorial di KAJ. Lewat ini kita semua berdoa dan berharap orang muda Katolik semakin menampakkan wajah Kristus yang menawarkan cinta, kegembiraan, serta pengharapan sejati.
Konferensi yang dimulai sejak pagi hari ini menyediakan berbagai session dan workshop dari berbagai kelompok kategorial, berkaitan dengan isu seputar Gereja dan orang muda, serta hasil survey orang muda KAJ. Pada sore hari, TLC Conference mengadakan talkshow dengan narasumber utama Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo, dan pada malam hari ditutup dengan Misa oleh beliau juga.

Nah, adalah para suster muda dari Komunitas Jl.Pos yang bakal ambil bagian dalam misa tersebut. Tugas sederhana tetapi penting: hadir dan bagi komuni. Semoga misi ini mampu dijalankan dengan baik, sehingga kehadiran mereka bisa  menjadi tanda kasih Allah.
Let's Share...

(Sumber: http://www.sesawi.net/2011/10/28/true-love-celebration-conference-2011-mari-berbagi/

Global Walk : Setia Sampai Akhir!!!!

Jumat, 30 September 2011


Pernah dong melihat sekumpulan orang  pakai gelang samaan? Tetapi kalau melihat para suster, bruder dan frater serta imam mengenakan gelang warna hijau gonjreng, beramai-ramai..... belum pernah kan?

Nah, Minggu (25/9) lalu para suster, bruder, frater, imam dan umat Katolik berkumpul bersama-sama di Monas. Kebanyakan mereka mengenakan gelang (rubber band) hijau cerah dan kaos putih bertulis ANCOP. Tentu saja bukan mau pawai, apalagi demo. Pasalnya di Minggu yang cerah itu, mereka akan berjalan dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia, lalu kembali ke Monas. 
para suster Ursulin ikut jalan sehat. tu! wa! ga! pat!...


Jalan pagi bersama-sama itu merupakan bentuk solidaritas pada sesama yang belum beruntung secara ekonomi. Ini dipertegas dengan tulisan ANCOP yang menjadi singkatan dari ANgkat Citra Orang Papa. Dengan ikut berjalan, artinya ikut menyumbangkan sejumlah dana bagi program sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu. Dan setelah diperhatikan lebih sungguh, ternyata banyak juga umat lain yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Soalnya, yang namanya peduli pada sesama tentu saja lintas agama, suku, ras dan bangsa!

Para frater CICM. Tidak sekadar jalan....
Program ini sebetulnya merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan Yayasan ANCOP dengan tema  ANCOP Global Walk . Merupakan kegiatan sosial yang dikemas dalam bentuk jalan sehat dan bertujuan untuk menggalang dana untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

Dalam kegiatan jalan santai ini tidak kurang dari 5.000 orang peserta ikut berjalan sejauh 5 kilometer. Acara tersebut dipandu presenter Donna Agnesia dan akan disiarkan stasiun TV CNN. Sejumlah pihak yang terlibat di acara itu antara lain, Romo Mardiatmaja SJ , sejumlah sekolah, tarekat relijius dan berbagai instansi swasta.
Global Walk ini sebetulnya sudah sering diselenggarakan di beberapa negara seperti di Kanada, USA, Eropa, Australia, Philipina, Timur Tengah, Afrika dan baru pertama kali diadakan di Indonesia.

Perjalanan yang menyenangkan ini pun ada godaannya. Terbukti tidak semua mau sampai di Bundaran HI dan berputar kembali ke Monas. Dalam hal ini, Sr.Siti, Sr.Indri, Sr.Ayda dan Sr,Yuli (foto) bertekad untuk terus maju sampai akhir. Hanya Sr.Siti saja yang terpaksa meninggalkan perjalanan karena ada tugas bina iman yang sudah menunggu di biara.   Dengan tersipu-sipu, Sr.Siti melangkah ke halte bis TransJakarta dan melanjutkan perjalanan dari sana ke biara. Tetapi ia membawa semangat: SETIA SAMPAI AKHIR dalam hatinya.

Ia Yang Berpesta di Surga

Rabu, 14 September 2011


Bertepatan dengan Pesta Salib Suci,
Sr. Maria Consolata Jasadihardja
telah menghadap Bapa di surga,
dan nampaknya beliau memang dengan gembira pergi ke sana untuk berpesta Salib Suci.




Tanggal Lahir    : Klaten, 15-8-1934
Kaul Pertama   : 27-1-1959
Meninggal         :Jakarta,14-9-2011
                         pkl.04.25

Riwayat Perutusan
1960 Yuniorat New Rochelle, NY
1963 Yuniorat di Merdeka, Bandung
1964 Studi, Guru SMP S.Angela
1967 Kepala SMP Regina Pacis, Solo
1970 Kepala SMP St.Bernardus
1971 Probasi
1972 Kepala SMP St.Ursula I
1975 Kepala SMP Yawata Bhakti
1982 Kepala SMP St.Yusuf, Pacet
2000 Pimpinan Kursus Bahasa Inggris St.Ursula
Beberapa tahun belakangan ini beliau sudah pensiun.

Misa Requiem
Rabu, 14 September 2011
Pkl.19.00 WIB
Oleh Romo Santo,Pr
di Kapel Santa Ursula, Jakarta

Misa Pemakaman
Kamis, 15 September 2011
Pkl.09.30 WIB
oleh Romo Brata, SJ
di Kapel Santa Ursula, Jakarta
kemudian ke Pemakaman Selapajang
oleh Romo Pascalis, SDB

Terima kasih atas dukungan doa bagi kami.
Keluarga Besar Ursulin Jl.Pos, Jakarta

MOS Buat Yunior Tahun1

Senin, 08 Agustus 2011


Tiap komunitas punya kisah unik. Salah satunya adalah kisah MOS khusus buat suster yunior tahun1. Entah bagaimana, tetapi setip yunior tahun 1 yang datang ke komunitas Jl Pos, pasti dapat kejutan di minggu pertama ia atau mereka hadir. Jadi, tak heran saat Sr.Yuli tiba di komunitas Jl Pos, ia pun mendapat kejutan. MOS yang "seru" dari Tuhan. Ini kisahnya:
Tak dapat saya bayangkan, bahwa di tengah maraknya MOS(Masa Orientasi Sekolah) untuk para siswa/siswi atau pun mahasiswa, ternyata masih juga saya alami di saat awal saya memasuki masa yuniorat tahun pertama ini. Tak disangka, di saat hadir di komunitas baru (Jalan Pos), hari kedua, saya telah ditinggal oleh para suster-suster muda, karena mereka beranjak ke Tawangmangu, untuk mengikuti retret 8 hari. Bagai HP yang perlu dicash, mereka pun juga membutuhkan kesempatan untuk menge-cash spiritualitas hidup rohani mereka.

 Kembali pada kisah MOS (Masa Orientasi Susteran) yang saya alami. Meskipun hari ketiga saya menempati komunitas Jalan Pos, bertepatan dengan hari ulang tahun saya, namun sungguh menjadi kenangan yang tak terlupakan, karena di hari bahagia itu, saya pun mulai ditempa untuk sungguh siap dan mau beradaptasi dengan lingkungan baru, tak ketinggalan dengan segala tugas yang telah diamanatkan oleh Kakak-kakak Suster, yang berangkat retret. Bagai seorang anak yang memasuki sekolah baru yang asing, saya pun mulai bertanya  dan bertanya, serta melihat pembiasaan sekeliling. Saya bersyukur bahwa  Tuhan mengutus banyak orang Samaria yang baik hati, yang hadir dalam diri para Suster-suster sepuh. Mereka dengan caranya masing-masing, setia dalam  membimbing saya, setiap kali saya membutuhkan petunjuk. Meskipun saya berada  di tengah-tengah suster yang sepuh, yang mungkin kalau dihitung umur, saya  pantas menjadi cucu bagi mereka, namun semangat mereka baik dalam pelayanan  maupun hidup doa, tidak kalah dibandingkan suster yang muda. Kesetiaan  untuk hadir dalam ibadat harian, misa dan juga doa rosario, menjadikan saya  pun turut tersemangati. 

Syukur tak henti-hentinya saya panjatkan pada Tuhan,  karena pengalaman pembentukan di Novisiat sungguh telah membekali saya untuk  siap di komunitas karya yang nyata. Teringat oleh saya akan tanaman cabe  yang saat retret agung(Januari 2010) saya tanam, namun baru berbuah satu  tahun kemudian, itu pun setelah beberapa tanaman yang ada pada satu pot,  saya pisahkan. Sepertinya Tuhan telah menunjukkan suatu simbol, bahwa tanaman cabe itu pun bagai diri saya, yang semula dibentuk bersama di Novisiat bersama teman-teman seangkatan (Sr.Dominic, Sr.Melly, Sr.Sinta, Sr.Tere), dan pada saat perutusan diutus ke tiga komunitas : Juanda, Otista,  dan Jalan Pos. Menjadi suatu kesempatan yang benar-benar membahagiakan  sekaligus menantang, karena saat yang lain diutus berdua-dua, saya seorang diri  menuju ke Jalan Pos. Namun satu keyakinan yang selalu menjadi pegangan  saya"Dia yang memanggil adalah setia, maka Dia pun akan selalu setia menemani saya di mana pun saya diutus"


Sr Anna dalam Kenangan

Selasa, 07 Juni 2011


Waktu terus berjalan.
Tak terasa sudah tujuh hari Sr.Anna menghadap Bapa.
Untuk mengenang dan mendoakan kebahagiaan jiwa suster Anna, hari ini (7/6) Sr. Yos, Sr. Cecile dan Sr.Agnes berangkat ke Selapajang.Mereka akan berdoa dan menabur bunga.


Masih terkenang sosok Sr.Anna yang periang dan suka tertawa, seperti diungkap oleh Rm. Santo, Pr dalam misa arwah beberapa waktu yang lalu. Misa yang dilakukan secara sederhana dan dihadiri oleh semua orang yang mengenal dan mencintai Sr.Anna.



Bahkan semua anggota Legio Maria Pintu Surga dari Katedral yang pernah menerima banyak bimbingan dari Sr.Anna pun tampak hadir. "Suster Anna adalah seorang suster yang baik dan selalu memperhatikan kami," kata mereka.

Legio Maria Presidium Pintu Surga Katedral

 Selain itu Sr.Anna dalam kenangan Rm.Herman adalah sebagai pribadi suka berbagi. "Saya mendapat handuk dari suster Anna," kisahnya dalam homili yang disambut senyum oleh umat. Handuk itu diberikan begitu saja tanpa dibungkus.Ternyata, kepolosan dan spontanitas itu mampu menimbulkan rasa haru tersendiri. "Saya senang dapat handuk itu, terlebih lagi dengan sikap suster Anna yang apa adanya," lanjut Rm.Herman.

Romo Suherman
Pemberkatan di pemakaman pun berjalan dengan lancar dan khidmat. Bahkan sempat tercetus: "Para suster kita ini pada baik ya, sampai meninggal pun mencari waktu libur sehingga tidak merepotkan banyak orang.". Hal ini sebuah kenyataan yang menarik untuk direnungkan karena begitulah adanya. Setiap suster di jalan pos yang berpulang ke surga selalu bertepatan dengan hari libur.
Rm Santo, PR: berkat Tuhan di pemakaman.

Mendengar berbagai kenangan indah dan manis dari mereka yang mengenal Sr.Anna, membuat kita patut merenungkan kembali. Apa kenangan mereka tentang saya?




Semoga sama seperti Sr.Anna, kita boleh dikenang sebagai pribadi yang membawa kebahagiaan bagi orang di sekitar kita. Dan sambil menunggu waktu kita dari Tuhan, mari kita terus berziarah dalam hidup dengan semangat dan gembira.

Perziarahan Hidup

Sr Anna

Rabu, 01 Juni 2011

Telah berpulang pada Bapa di surga 

Sr.Anna Sutanti,osu. 

pada: Rabu, 1 Juni 2011; pagi

Lahir: Surabaya, 7 Desember 1934

Kaul Pertama: 27 Juli 1960

Komunitas Santa Ursula Jl Pos #2, Jakarta

KAMI MENGUNDANG 

PASTOR/SUSTER/BAPAK/IBU 

untuk hadir dalam  

Misa Arwah 

Rabu, 1 Juni 2011 pk.18.00 

di Kapel Santa Ursula, Jl Pos#2

Misa Penutupan Peti

Kamis, 2 Juni 2011; pk.10.00

di Kapel Santa Ursula Jl Pos#2

setelah itu jenasah diberangkatkan ke 

Pemakaman Selapajang, Tangerang

When A Friend Bids Goodbye

© Kathrine Yee Baraquia
My dear friend,
close your eyes...
hold my hand,
and hear me whisper...

For the times I was lost,
you were there to look for me.
Will you believe me when I say I love you more than you'll ever know.
Will you trust me when I say ...this time you have to let me go.

My dear friend, I must leave.
The world no longer needs me.
It's my time to be gone, until we meet again someday.
Don't you cry now, I know I'll be okay.
Trust that I'll never forget you.
Don't be sad now, just close your eyes until it's through.
Hold my hand, don't open your eyes yet...
wait when I no longer whisper..

My dear friend, you'll be fine.
I'll be up there watching over you.
For the times I'll be gone, don't ever forget
the words I whispered to you.

God calls on my name... and I have to let go of your hand now...
Please don't cry... and smile for me..
because I'm with the one who made us friends.

Remember, I'll always love you.
so come, wave me goodbye...
It'll be painful but we have to...
Hug me, hug me tight, feel the words I can no longer say.

My dear friend, I'm going to miss you.
just pray because I'll always listen.
and one day, when it's your time,
I'll be there for you...
Just like the way I used to.
...I love you...