Tampilkan postingan dengan label komunitas probasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas probasi. Tampilkan semua postingan

Perhentian Pertama

Senin, 26 Maret 2012



Inilah berita dan foto terbaru dari para probanis yang melakukan perhentian di Thailand, Materdei. Nampak wajah para suster yang tetap sadar kamera, berpose bersama Sr Tipknokh. 
 
Selain mengunjungi komunitas dan sekolah Ursulin di sana, para probanis dan Sr.Madeleine menyempatkan diri melihat-lihat kota. 

Misalnya mereka menyempatkan diri mengunjungi salah satu vihara di sana. Thailand yang terkenal dengan keindahan viharanya, membuat para suster probanis pun tak mau melewatkan kesempatan untuk semakin mengenal budaya para suster Ursulin Thailand melalui keanggunan arsitektur vihara di sana.





Dan menjelang subuh, mereka sudah berangkat ke perhentian berikut.
Dengan wajah ceria dan semangat mereka tiba di Thailand; dengan penuh syukur mereka melanjutkan perjalanan.

Probanis: Menjelang Ziarah...

Senin, 19 Maret 2012

Menjelang akhir program probasi, para suster tetap mengisi waktu dengan cermat agar semakin berakar dalam kasih Kristus.

 Setiba di Komunitas Jl.Pos, mereka tetap memiliki jadwal pelajaran dan doa. Selain itu mereka menyediakan waktu untuk mempersiapkan presentasi tentang hidup rohani yang mereka alami selama ini untuk diungkap di Roma. Disela-sela kesibukan itu, mereka masih sempat untuk jalan-jalan dengan Sr.Madeleine dan Sr.Francesco ke Grand Indonesia. Mereka melihat air mancur menari yang ditayangkan setiap jam dan makan malam di Marche

senyum gembira .....


ini yang namanya: sadar kamera...

Menjelang Mursyawarah Ursulin Propinsi Indonesia 2012 berlangsung, berangkatlah Sr.Madeleine dengan enam personil Probanis. Inilah bentuk dari pemberian diri yang total dari mereka.
Lalu, bagaimana dengan enam Probanis yang lain? Mereka ternyata mempersiapkan segala macam yang belum selesai. Mulai dari membuat buku perjalanan yang lengkap dengan lagu, membuat name-tag untuk setiap tas, sampai menyiapkan amplop berisi kertas warna-warni dengan tulisan: "euro" untuk diperjalanan. Jadi, di ruang komputer di Jl.Pos mendadak penuh dengan kesibukan. Dan dalam kesibukan tersebut, mereka tidak lupa pada jadwal adorasi. Inilah bentuk kesungguhan dari usaha  membentuk pola hidup seimbang antara doa dan karya.

Dan akhirnya, tanggal keberangkatan pun tiba. Selepas sarapan pagi, Sr.Elda bersama Sr.Hermin tampil ke tengah ruang makan. "Saya, atas nama Sr.Madeleine dan suster probanis, mau mengucapkan limpah terima kasih atas segala perhatian, dukungan, dan cinta yang telah kami terima selama berada di sini," kata Sr.Elda dengan senyum manis. Ucapan terima kasihnya menjadi lengkap lantaran Sr.Elda menyempatkan diri bercerita lucu tentang Pace dari Papua. Cerita itu menutup ucapan terima kasih dengan tawa ceria.
Sr.Hermin yang juga berpamitan karena akan kembali ke Timor Leste tak mau ketinggalan. Dengan ditemani Sr.Elda, ia menutup ungkapan terima kasihnya pada komunitas dengan sebuah lagu pendek.
Menjelang pukul sembilan pagi, kedua-belas Probanis dengan Sr.Madeleine berangkat menuju bandara. Mereka akan memulai perjalanan ziarah untuk mempererat panggilan hidup sebagai relijius Ursulin Indonesia.

(Selamat Jalan dan Tuhan Berkati. Semoga sehat dan lancar-red)

GEMERICIK SYUKUR YANG MENGALIR DARI SUMBER...

Senin, 12 Maret 2012


Saat aku mulai jelajah sungai, aku merasakan tubuhku diterpa semilirnya angin yang menyejukan...,
Ragaku disentuh hangatnya sinar mentari....
Mataku dipantulkan indahnya panorama bukit, gunung, awan gemawan, lembah, ladang, sawah,..

Jiwaku disegarkan dinginnya air Tuk  AYU NIRMALA...,
Hatiku dihibur merdunya kicauan burung-burung...
Aku disambut ramah dan cerianya tumbuh-tumbuhan..., Mereka mengundangku untuk mendekat pada MISTERI HIDUP....  mereka berbisik :
“Teman, karena aku TINGGAL PADA POKOK, kini kamu saksikan betapa rimbun daunku, betapa lebat buahku..., betapa subur diriku...”
Mereka unjuk dirinya sebagai ketimun, tomat, kacang panjang, cabe merah, cabe rawit, melon, rumput gajah...,
Mereka bernyanyi riang menghantarku melintasi bukit yang terjal, menuruni lembah yang curam..., rasa tak gentar menyertaiku dan tetesan keringat mengucuri tubuhku...
Mereka terus membawaku KE MATA AIR SANG SUMBER HIDUP KEPERJAMUAN  EKARISTI yang dirayakan di tengah samudera pasir, kerikil, batu yang diluapkan dari lubuk hati “MBAH LUWIH...”
Luar biasa, dasyat...
Dan aku hanya bisa terperangah, terdiam..., dalam DIA yang hidup, tinggal, dan diam sedekat-dekatNYA dalam keheningan, dalam alam semesta, sambil merundukan hati sedalam-dalamnya  di atas bumi yang tercinta,
Sambil ucap syukur pada Bapa atas kemuliaanMu, keagungan KasihMu...,
Yang Kau nyatakan dihadapanku dalam Yesus Kristus...,
Yang karena kuasa Roh Kudus diwartakan...,
Lewat kesaksian hidup dan iman dari hambaMu Romo Kirjito, Pr beserta teman-teman tani seperjuangannya,
dan teman-teman dalam peziarahan rohani komunitas Tersiat angkatan 2011-2012.

Sr. Madeleine Mail, OSU

Copyright@ by : Edukasi Gerakan Masyarakat Cinta Air 2011
(sumber: http://www.egmca.net)