Si Kenes dari Tangerang

Senin, 23 Mei 2011

Hari ini (15/5) adalah hari yang membahagiakan bagi Sr.Leony. Bersama dengan enam orang suster lain, Sr.Leonie merayakan PESTA PERAK HIDUP MEMBIARA di Tangerang. Keenam suster tersebut adalah: Sr.Lidwina, Sr.Renate, Sr.Reinilda, Sr.Marie Elise, Sr.Wilma dan Sr.Yosephine.

Sr Leonie,osu

Dengan suara riang nan ringan, Sr.Leoni menceritakan alur perjalanan panggilannya. Sr.Leonie lahir dalam keluarga non-Katolik. Terpanggil menjadi Katolik merupakan awal dari perjalanan hidupnya sebagai biarawati Ursulin.Tidak mudah memang, namun sr.Leonie bersedia terbuka mendengarkan suara lembut yang terus menerus memanggilnya. Apalagi ia belajar di Strada, sekolah Katolik. Posisi sekolahnya pun berhadapan dengan Gereja; sehingga saat ia merasakan adanya hasrat menjadi katolik dan seorang relijius, ia segera mencari jalan. Berbicara dengan para pastor dan mengkomunikasikannya dengan orang tua, terutama ibu. Sekali lagi: tidak mudah. Tokh Sr.Leonie terus berjalan dan berusaha mewujudkan panggilan yang menggema dalam hatinya.

Bahkan ia menyentil sekilas kisah romantikanya dengan seorang pemuda."Saya rasa, mantan pacar saya juga hadir di sini," selorohnya sambil tersenyum manis. Sikapnya yang terbuka dan blak-blakan membuatk suster yang berkarya di Pondok Damai, panti asuhan, dikenal sebagai suster yang kenes. Ternyata, sikap inilah yang membuatnya mampu merebut hati banyak orang dimanapun ia berada.


Sengaja Sr.Leonie mengambil lokasi yang dekat dengan akar budayanya sebagai seorang perempuan dari keturunan tionghoa. Tak heran, tampilan Gereja tempat misa syukur dirayakan pun, dihias dengan gapura bercorak budaya cina dengan warna merah menyala. Bahkan petugas koornya juga mengenakan pakaian merah menyala. Suasana menjadi semakin meriah dan semarak.


Dalam kesempatan itu, Sr.Edith mengemukakan harapan Ursulin agar Gereja di Tangerang ini boleh mempersembahkan pemudi-pemudinya untuk masuk dalam hidup bakti. Menurut Sr.Edith, setelah Sr.Leonie dan kakaknya yang menjadi Ursulin, tidak ada lagi pemudi yang tertarik masuk dalam hidup bakti.
Semoga!

Buat Boneka Jari Yuk!

Rabu, 18 Mei 2011

Mau berkegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif?
Ajaklah keluarga dan komunitas untuk membuat boneka jari. 
Menyenangangkan, murah, meriah dan menambah wawasan.
berikut informasinya dari Rumah Pohon Activity.


Boneka jari berbahan dasar kain flanel

tuk kesekian kalinya "Piknik Sambil Beramal di Taman Kota" kembali dgelar.
yuuuk kumpul bareng pada hari MINGGU, 22 MEI 2011,
pukul 10.00-15.00 wib di Taman Suropati-Menteng, Jakarta.

Ini acara kongkow bagi siapapun (segala usia, lelaki dan perempuan) yang tertarik MEMBUAT Boneka Jari 'Juki&Friends' sekaligus BERAMAL, juga ajang KOPDAR bagi seluruh Member Group RumahPohon Activity tuk saling mengenal dan tukar informasi apapun di... tengah keceriaan taman kota yang rimbun.

Taman Suropati

Semua material bahan pembuatan boneka jari akan disediakan dengan mengganti biaya Rp 15 ribu sebagai DONASI untuk keberlangsungan program RumahPohon Activity di daerah terpencil dan kawasan bencana di Indonesia.

Ayooo..populerkan kembali tradisi mendongeng dengan penanaman budi pekerti melalui boneka jari 'Juki&Friends'

PENDAFTARAN: silahkan transfer biayanya via BCA 4212283588 an. Salma lalu sms nama dan kode transfer ke 081316069987. terima kasih ;))

Ajak adik, kakak, saudara, teman, pacar, dan keluarga tuk piknik bersama.

Perubahan besar dimulai dari hal kecil.
Lakukan sekarang....untuk Indonesia lebih baik ;))

Salam Boneka Jari

Boneka jari berbahan dasar kertas
 Lokasi Taman Suropati, Menteng


Arisan !

Sabtu, 14 Mei 2011

Apa serunya kalau ada arisan? Ya...kumpul rame-rame dan menang arisan. Sekali kocok arisan langsung keluar empat nama! Katanya sengaja, biar cepat menang he..he..
Ini seperti yang dilakukan oleh guru-guru SD St. Ursula BSD. Sebulan sekali setelah pulang sekolah mereka arisan di salah satu kediaman guru SD. Bulan lalu di rumah Pak Petrus di Perumahan Griya Parahita, Cisauk-Tangerang. Bulan ini di rumah Bu Lusi di Perumahan Griya Asri, Jelupang-Tangerang. Bulan depan pindah lagi entah di mana.


Kalau sudah arisan, tentu makanan harus ada. Kali ini nasi soto yang sangat mengenyangkan perut. Belum puas dengan soto, sebagian guru pindah ke rumah sebelah untuk makan rujak dan asinan. Bahkan ada yang petik buah mangga di depan rumah. Perlu diketahui, perumahan tersebut banyak ditempati guru dan staf St. Ursula BSD. Jadi nggak akan disangka maling kalau masuk ke rumah sebelah.


Ah, bagi mereka makanan dan uang arisan bukan yang utama. Yang penting meningkatnya semangat kekeluargaan dan keakraban semakin terjalin erat.
Arisan telah mempersatukan mereka.

Perjusa 2011

Rabu, 11 Mei 2011

Akhir bulan April 2011 lalu anggota Pramuka SD St. Ursula BSD mengikuti Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) di Sekolah SD St. Ursula BSD. Ini merupakan acara tahunan dan selalu ditunggu-tunggu dengan gembira. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap kegiatan. Tidak peduli jika badan sampai kotor dan basah.

Ini diperlukan kerja kelompok untuk menggulingkan ban mobil yang besar ke atas. Susah lho, apalagi kalau tanahnya licin.

Satu orang bawa gayung untuk mengisi ember hingga penuh, yang lain harus ikut sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Bak berjuang di medan perang, anggota pramuka harus berani bertempur menerjang semprotan air.

Nah, ini yang paling menyenangkan. Setelah membersihkan badan, langsung masak untuk makan siang. Menunya Tempe Goreng, Telur Dadar dan Sayur Sop. Ehm..nyam-nyam...!

Setelah itu makan bersama deh...hore..!

Pernak Pernik Paskah

Paskah memang masa penting dalam kehidupan rohani umat Kristiani.
Khusus bagi kita, umat Katolik, terasa sekali kekhususannya.
Masa Paskah diawali dengan masa prapaskah yang diisi dengan pernyataan tobat saat Rabu Abu dan rekoleksi akbar umat selama 40 hari.
Setelah itu dimulailah Pekan Suci dari Minggu Palma, sampai Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
Kita sebagai umat Allah mengenang dan menyelami misteri Cinta Allah dalam Yesus yang disambut meriah, lalu disalib karena kegelapan hati manusia, sampai kebangkitanNya yang mulia.
Tak heran, semua sekolah Ursulin mencoba menghadirkan Paskah dengan berbagai cara.

TB/TK Santa Ursula misalnya, mengusung tema CINTA dan relasi untuk menyelami makna kasih Allah pada manusia.

Mereka menyelenggarakan berbagai acara, salah satunya menghias telur Paskah. Keindahan dari kegiatan ini adalah mereka meminta setiap anak mengerjakannya bersama kakek atau neneknya. Bisa dibayangkan keramaian yang terjadi.



Para kakek dan nenek dengan penuh semangat naik ke lantai dua untuk menemai cucu terkasih dalam usaha memenangkan lomba tersebut. Begitu tanda mulai lomba diumumkan, ada yang langsung membuat, ada juga yang diskusi dahulu, lengkap dengan pembagian tugasnya. Menarik sekali, dalam usaha mengikat tali kasih ini pun ternyata mengajak anak untuk bekerja sama dalam tim; lengkap dengan metode kerja spontan atau berencana dahulu. Komunikasi yang terjalin pun menarik. Ada yang bekerja sama dengan satu benda, misalnya mengerjakan hiasan telurnya dulu. Ada yang bekerja sama dengan beda benda, misalnya si cucu menghias kantong telur sedangkan nenek menghias telurnya. Mereka saling memberi semangat, mengoreksi, menerima masukan, tertawa bersama kalau belum berhasil dan sebagainya. Perayaan Paskah yang indah. Mengingatkan kita semua bahwa cinta Allah pada kita seperti ini. bahkan lebih besar!



Sementara SD merayakan Paskah dengan memuji dan memuliakan Allah.Dalam kesibukan dan kepadatan menyelesaikan masa sekolah, mereka menyelenggarakan pujian dalam kelas masing-masing. Dengan semangat mereka

Romo Harry, Pr
SMP Ursula menghidupkan Paskah dengan misa syukur dan berbagai lomba. Misa syukur dibawakan oleh Pastor Harry, Pr. Berbebkal dua butir telur, romo Harry mengundang para siswi untuk mau berkembang dan maju terus. Mau "menetas", meninggalkan kemapanan dalam "telur" dan terus berubah.

Setelah itu dilanjutkan dengan lomba memasak. Setiap kelas menurunkan satu team lengkap dengan wali kelasnya. Disaat yang sama ada lomba fotografi, menghias parcel dan persiapan lomba None Sanur. Suasana menjadi ramai. Apalagi saat masakan selesai, lalu ajang cicip-mencicip. Tidak hanya juri, tapi semua siswi yang hadir tertarik untuk mencicip masakan yang diperlomabakan.

Bu Dian dan teamnya sedang membuat kRoketnya SANUR


Akhirnya PASKAH memang selalu mendatangkan rasa kekeluargaan tersendiri. Dimana kita bisa bersama-sama melakukan aktivitas bukan hanya demi sebuah hasil tapi demi tawa dalam cinta dan kebersamaan persaudaraan dalam hal sederhana. Apalagi ketika para siswi SMP membawa parcel-parcel mereka untuk para karyawan, satpam dan orang-orang sederhana disekitar sekolah.

hadiah kecil dari kami: doa

SELAMAT PASKAH!

Laskar Indonesia

Selasa, 10 Mei 2011

Ternyata tidak hanya Andrea Hirata yang punya laskar.
Kita juga punya!
Namanya pun menggetarkan semangat cinta tanah air (Hardiknas 2 Mei ni!) yaitu:
Laskar Indonesia.

Mereka adalah para suster kita yang diutus untuk berkarya di Generalat, Roma. Inilah wajah-wajah mereka. Penuh senyum dan semangat walau tersengat matahari.

depan: Sr.Nur, Sr.Maria Dolorosa, Sr.Hermin -- belakang: Sr.Marlene, Sr.Moekti dan Sr.Lita
"Ini foto kami lagi mejeng nih di depan museum," tulis Sr.Marlene dalam emailnya beberapa waktu yang lalu. "Mumpung masuknya gratis," kisahnya lagi. Begitulah Ursulin, selalu mampu memanfaatkan momen apapun untuk ajang kebersamaan sambil belajar pula!

Rupanya tidak hanya itu. Para laskarwati kita ini pun menyempatkan diri untuk hadir dalam tahbisan seorang Diakon Jesiut di gereja Gesu. "Tempatnya tak jauh dari Generalat," tulis Sr.Marlene. "Dia (si diakon) adalah salah satu Jesuit dari Jogja," lanjut Sr. Marlene. Para laskarwati kita memastikan hadir dalam acara itu untuk mendukung Diakon Jesuit muda ini.



 Begitulah sekelumit kehidupan dari para suster kita di Generalat. Sebagai laskar, mereka berusaha hadir untuk siapa saja yang ada di dekat mereka. Semoga, kita yang ada di tanah air juga memiliki semangat yang sama!
Bersatu dalam doa
Salam dari kami laskar Indonesia
Sr. Marlene









Yesus: BYUR!!!

Apa sih yang membuat hidup kita jadi indah?
Banyak!
salah satunya adalah mengalami kebahagiaan bersama saudara sekomunitas atau serumah.


Adalah sr.Reta yang sambil senyum kecil, merapihkan lembaran kertas di ruang komputer.
dari bibirnya meluncur  lagu bernada ringan dan riang:
"Yesus ambil bebanku dan buang ke laut: BYUR!
buang ke laut: BYUR!
buang ke laut!...."
Dan itulah yang terjadi! Ketegangan menunggu kabar penerimaan kaul kekal hilang sudah,
seiring dengan kabar baik bahwa ia diterima untuk mengikrarkan kaul kekal.
Kebahagiaannya langsung menular.
alhasil tidak hanya Sr.Reta yang merasa ketegangannya di buang ke laut oleh Yesus yang lengkap dengan bunyi "BYUR!"
tapi juga kami semua yang punya tekanan hidup harian, juga ikutan mengalami Yesus yang mengambil beban dan membuangnya ke laut. BYUR!!!

Sr. Reta pun bercerita bahwa baginya masa setahun belakangan ini, merupakan masa penuh rahmat. Ia diajak Allah Bapa untuk sungguh melihat dan mengalami rahmat yang ada dalam pengalaman hidup sehari-hari. Bukan sekedar melihat lalu lewat tanpa makna. "Aku diajak 'see' bukan cuma 'watch' aja," selorohnya bergaya sambil tertawa.
Pada akhirnya, buah dari mau mengalami dan memaknai hidup hariannya ini mebuat Sr.Reta semakin dewasa dalam iman dan kasih.

"Terima kasih Yesus, buat semua kasihMu untuk Sr.Reta
dan untuk kami."

Yesus menimba air dan mengguyur aku
BYUR!!"
Ku jadi bersih! BYUR!
Ku makin HAPPY! BYURRR!!!!